Don’t judge a book by Its cover
Kenapa sih harus pilih-pilih? Dalam
berteman misalnya_
Emang
beda ya antara satu orang dengan orang lain? Dan kenapa selalu fisik yang lebih
diutamakan? Lihat inner beauty nya dunk..
Manusia
memang dilahirkan sempurna oleh Tuhan. Tapi gak semua orang bisa mencapai kesempurnaan
sejati. Banyak orang berpikiran ‘sempurna’ yang dimaksud adalah kesempurnaan
fisik. Hey! Jangan lupa. Manusia juga punya akal. Itulah yang membedakan ‘sempurna’nya
manusia dengan makhluk yang lain. Manusia dikaruniai akal untuk berpikir, bukan
untuk pelengkap diri.
And my point is….
-sesuai judul tulisan ini- jangan
(pernah) lihat sesuatu itu dari luarnya aja. Sering kita lihat seseorang hanya
menilai dari sesuatu itu dari luarnya aja. Biar lebih simple kita ambil contoh
dalam berteman. Di jaman yang katanya modern ini makin banyak orang yang pilih2
teman. Sebenarnya semua orang itu sama. Cuma cara berpikirnya aja yang beda. Dan
itu yang jadi poin seseorang buat menilai orang lain dari tampilan fisik, yang
memang mendapat porsi lebih banyak dalam penilaian diri.
Dan faktanya…
Gak selamanya penilaian luar itu
benar.
Orang yang
pendiam atau punya perawakan yang tenang gak selamanya adalah orang yang
sempurna. Gak selamanya orang dengan tipe ini selalu jadi orang yang lebih
baik. Bisa aja ternyata hatinya beda dengan tampilannya.. *Buat yang
tersinggung maaph yak… -ini Cuma tulisan-* lihat buah kedondong. Dari luar
menggiurkan.. tapi setelah kita makan buahnya,, ternyata bijinya…ckck
Dan
gak selamanya orang yang penampilannya jauh dari kata rapi ataupun terkadang
dicap ‘liar’, adalah orang yang buruk. Dan gak jarang pula orang-orang seperti
ini lebih perhatian dengan lingkungannya dari pada orang-orang yang pendiam. Kalau
tadi diibaratkan dengan buah kedondong, pasti udah kebayang buah apa yang jadi
perumpamaan sekarang. Tentu aja buah rambutan :p. coba lihat buah rambutan. Dari
luar emang kelihatan gak terawat, kulitnya punya rambut-rambut yang berantakan,
tapi kalau udah dimakan, buah ini gak kasar seperti kulitnya.. rasanya juga
manis..
Sebelum tulisan ini lebih
nglantur, langsung aja pada titik temu_
Jadi,
dalam menilai seseorang itu jangan langsung dilihat dari fisiknya. Kenali dulu
orang itu. Setelah kita rasa udah cukup tahu tentang sifatnya, kesehariannya,
de el el tentang dia, barulah ambil kesimpulan seperti apa ia_
Remember!
Don’t Judge a Book by its Cover_
wah2.... good-good..... hehehe...
BalasHapus