Setiap kehidupan pastinya punya
ceritanya masing-masing. Roda kehidupan gak akan pernah berhenti berputar
selama waktu terus menggerakkan jarum jamnya. Dalam hidup itu selalu ada timbal
balik dalam setiap peristiwa. Selalu ada terang dibalik kegelapan. Kita gak
akan mengenal terang jika gak ada gelap. Dan kita gak akan mengenal senyuman
kalau gak ada kesedihan. Setiap suka pasti ada duka. Hal itu sudah jadi hukum alam.
Ingat, roda kehidupan selalu berputar.
Tapi apakah kita sanggup tersenyum
saat duka itu datang?
Setiap orang akan tersenyum ketika
merasakan kebahagiaan atau ketika mereka merasakan suatu euforia dalam diri
mereka. Kemudian timbul pertanyaan. Apakah seseorang bisa tersenyum saat ia
merasakan kesedihan??
Dalam keadaan apapun kita
disarankan untuk tersenyum. Tapi bukan berarti kita juga gak boleh bersedih. Kita
boleh bersedih, tapi jangan berlebihan. Setipa manusia sangat wajar mengalami
kebahagiaan atau kesedihan. Sulit memang tersenyum saat kita merasa sedih. Tapi
coba lakukanlah senyuman itu untuk orang lain, bukan untuk diri kita sendiri. Misalnya
orangtua kita. Bayangkan jika kita merasa sedih dan memasang tampang murung. Mereka
akan ikut bersedih, wajah murung kita akan selalu terbayang menjadi benalu yang
terus mengganggu. Apakah kita tega melihat senyum pada wajh mereka pudar begitu
saja??
Meskipun menyakitkan, cobalah untuk tetap tersenyum. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar