Rabu, 16 Mei 2012

_Read This_


Don’t judge a book by Its cover

Kenapa sih harus pilih-pilih? Dalam berteman misalnya_

Emang beda ya antara satu orang dengan orang lain? Dan kenapa selalu fisik yang lebih diutamakan? Lihat inner beauty nya dunk..

Manusia memang dilahirkan sempurna oleh Tuhan. Tapi gak semua orang bisa mencapai kesempurnaan sejati. Banyak orang berpikiran ‘sempurna’ yang dimaksud adalah kesempurnaan fisik. Hey! Jangan lupa. Manusia juga punya akal. Itulah yang membedakan ‘sempurna’nya manusia dengan makhluk yang lain. Manusia dikaruniai akal untuk berpikir, bukan untuk pelengkap diri.

And my point is….

-sesuai judul tulisan ini- jangan (pernah) lihat sesuatu itu dari luarnya aja. Sering kita lihat seseorang hanya menilai dari sesuatu itu dari luarnya aja. Biar lebih simple kita ambil contoh dalam berteman. Di jaman yang katanya modern ini makin banyak orang yang pilih2 teman. Sebenarnya semua orang itu sama. Cuma cara berpikirnya aja yang beda. Dan itu yang jadi poin seseorang buat menilai orang lain dari tampilan fisik, yang memang mendapat porsi lebih banyak dalam penilaian diri.

Dan faktanya…
Gak selamanya penilaian luar itu benar.

Orang yang pendiam atau punya perawakan yang tenang gak selamanya adalah orang yang sempurna. Gak selamanya orang dengan tipe ini selalu jadi orang yang lebih baik. Bisa aja ternyata hatinya beda dengan tampilannya.. *Buat yang tersinggung maaph yak… -ini Cuma tulisan-* lihat buah kedondong. Dari luar menggiurkan.. tapi setelah kita makan buahnya,, ternyata bijinya…ckck

Dan gak selamanya orang yang penampilannya jauh dari kata rapi ataupun terkadang dicap ‘liar’, adalah orang yang buruk. Dan gak jarang pula orang-orang seperti ini lebih perhatian dengan lingkungannya dari pada orang-orang yang pendiam. Kalau tadi diibaratkan dengan buah kedondong, pasti udah kebayang buah apa yang jadi perumpamaan sekarang. Tentu aja buah rambutan :p. coba lihat buah rambutan. Dari luar emang kelihatan gak terawat, kulitnya punya rambut-rambut yang berantakan, tapi kalau udah dimakan, buah ini gak kasar seperti kulitnya.. rasanya juga manis..

Sebelum tulisan ini lebih nglantur, langsung aja pada titik temu_

Jadi, dalam menilai seseorang itu jangan langsung dilihat dari fisiknya. Kenali dulu orang itu. Setelah kita rasa udah cukup tahu tentang sifatnya, kesehariannya, de el el tentang dia, barulah ambil kesimpulan seperti apa ia_

Remember! Don’t Judge a Book by its Cover_

Minggu, 06 Mei 2012

Always Smile


       Setiap kehidupan pastinya punya ceritanya masing-masing. Roda kehidupan gak akan pernah berhenti berputar selama waktu terus menggerakkan jarum jamnya. Dalam hidup itu selalu ada timbal balik dalam setiap peristiwa. Selalu ada terang dibalik kegelapan. Kita gak akan mengenal terang jika gak ada gelap. Dan kita gak akan mengenal senyuman kalau gak ada kesedihan. Setiap suka pasti ada duka. Hal itu sudah jadi hukum alam. Ingat, roda kehidupan selalu berputar.

Tapi apakah kita sanggup tersenyum saat duka itu datang?

       Setiap orang akan tersenyum ketika merasakan kebahagiaan atau ketika mereka merasakan suatu euforia dalam diri mereka. Kemudian timbul pertanyaan. Apakah seseorang bisa tersenyum saat ia merasakan kesedihan??
       Dalam keadaan apapun kita disarankan untuk tersenyum. Tapi bukan berarti kita juga gak boleh bersedih. Kita boleh bersedih, tapi jangan berlebihan. Setipa manusia sangat wajar mengalami kebahagiaan atau kesedihan. Sulit memang tersenyum saat kita merasa sedih. Tapi coba lakukanlah senyuman itu untuk orang lain, bukan untuk diri kita sendiri. Misalnya orangtua kita. Bayangkan jika kita merasa sedih dan memasang tampang murung. Mereka akan ikut bersedih, wajah murung kita akan selalu terbayang menjadi benalu yang terus mengganggu. Apakah kita tega melihat senyum pada wajh mereka pudar begitu saja??

Meskipun menyakitkan, cobalah untuk tetap tersenyum. :)

Sabtu, 05 Mei 2012

When. . .

when. . .

Entah sadar atau pun tidak, setiap detik pergerakan jarum jam semakin mendekatkan kita pada kematian. Kita tak bisa memungkiri itu. Itu adalah suratan dari-Nya. Setiap hembusan nafas, setiap detak jantung, dan setiap denyut nadi, semua telah diatur oleh-Nya dengan perhitungan yang akurat. Semakin waktu cepat berputar, semakin cepat pula kita bertahan hidup di dunia ini. Bersamaan dengan itu, aku tahu aku tak ada apa-apanya di dunia ini.
Aku hanya manusia biasa yang beruntung bisa menghirup segarnya udara pagi.
Aku hanya manusia biasa yang beruntung dapat melihat indahnya langit senja.
Aku hanya manusia biasa yang beruntung dapat merasakan nadiku yang berdenyut.

Hanya satu permintaanku,
Ya Allah, berilah aku umur yang barokah selama aku masih bisa menikmati nikmat-Mu yang tiada tara..